Resep Bakmie Jawa

Belakangan aku rindu sama yang namanya olahan mie. Pada dasarnya sih karena aku memang penyuka mie. Dari mulai yang instan hingga yang homemade, apalagi yang ala2 masakan china, suka banget. Belakangan, di timeline facebook-ku bersliweran berbagai resep mie-mie-an yang dishare teman-teman, jadilah aku makin ngidam makan mie. Dulu, bisa beberapa kali dalam seminggu makan mie. Nah karena sekarang lg belajar hidup sehat, aku sudah mulai membatasi jajan mie *hiks*.

Keinginan makan mie makin tak tertahan, akhirnya aku makan bakmie jawa di salah satu gerai makanan di mall. Sedap, tapi sesudah itu aku makin penasaran dengan resep bakmie jawa ini. Setelah gugling beberapa kali, aku menemukan resep yang sederhana dan sepertinya mudah. Jadi aku segera ingin mempraktekkan resep itu, dgn modifikasi seadanya dari aku. Ini dia resepnya

Continue reading

Naik Kereta ManJa, Tut Tut Tut…

Hai hai,

Hari ini saya ingin sharing tentang pengalaman saya naik salah satu fasilitas umum di negeri ini. Yups, apalagi kalau bukan kereta api. Moda transportasi ini memang cukup eksklusif dimiliki oleh Pulau Jawa dan beberapa kota di Pulau Sumatera. Namun belum menjangkau daerah-daerah lain di Indonesia.

Continue reading

Cerita Tentang Kristik

Dulu, sewaktu masih SD, di rumah mbok (nenek) aku sering melihat bulik-bulikku mengerjakan kristik. Saat itu kristik yang kukenal masih sederhana. Masih menggunakan tusuk xxx untuk membuat pola. Bahannya pun hanya benang ciet (wol) dan benang sulam untuk alternatif. Aidanya pun hanya menggunakan aida plastik, yang mana cukup sulit dikerjakan jika sampai aidanya robek. Melipat aida plastik ini pun harus hati-hati kalau tak mau aidanya koyak. Maklum, di kota kecil. Bahan-bahan untuk membuat kristik cukup sulit dicari. Seingatku hanya ada dua toko yang menjual perlengkapan kristik, sayangnya aku lupa namanya. Tapi lokasinya masih kuingat hingga sekarang. Maklum, kota kecil kami tak banyak berubah hingga 20 tahun belakangan ini.

Continue reading

Lebaran Di Kampung Orang

Lebaran ini kami sekeluarga tidak mudik ke kampung halaman kami di Jawa Timur. Ini adalah kali keempat kami merayakan lebaran di Makassar. Sedih tentu ada. Tetapi kami berusaha untuk tetap ceria demi anak-anak.

Ada beberapa hal yang biasa kami lakukan saat berlebaran di kampung orang ini. Tentu, lebaran bukan di kampung sendiri tak terlalu padat jadwal acaranya. Mengingat tak banyak handai taulan dan kerabat yang ada di kota ini. Inilah beberapa hal yang kami lakukan saat lebaran di kampung halaman orang :

Continue reading

Mengurus BPJS

Sebagai salah satu warga Kota Makassar, aku cukup ‘dimanjakan’ dengan fasilitas kesehatan kota ini. Hanya dengan menyodorkan KTP sebagai tanda domisili di Kota Makassar, aku dan anak-anak bisa mendapatkan pengobatan gratis di tingkat pertama (Puskesmas). Pelayanan di puskesmas pun cukup baik. Sebagai contoh, di Puskesmas Sudiang, puskesmas yang terdekat dengan tempat tinggalku, ada 3 poli plus satu laboratorium dan satu unit gawat darurat.

Continue reading

Habit Training

Pustaka Homeschooling

Habit training adalah penanaman kebiasan baik secara terencana. Menurut Charlotte Mason, habit training menyumbang sepertiga dari urusan pendidikan karakter. Sepertiga yang lain disumbang dari atmosfir (teladan orang-orang sekitar), dan sepertiga terakhir disumbang dari inspirasi ide-ide berharga (living books dan living ideas lainnya). Kebiasaan baik yang perlu ditanamkan adalah antara lain : mengasah kekuatan kehendak (the way of the will), ketajaman nalar, dan kedekatan hubungan dengan Tuhan secara personal. Itulah prinsip-prinsipnya. Soal teknis, Charlotte Masson menyerahkan kepada para orang tua untuk menemukan sendiri sesuai kepribadian anak yang dihadapi.

Dalam perspektif Charlotte Mason, disiplin itu ibarat menata potongan-potongan rel tempat kereta dengan gerbong-gerbongnya melaju. Tanpa arahan jelas dan terencana dari orangtua, berbagai kebiasaan berpikir dan bertindak yang keliru berebut tempat dengan kebiasaan-kebiasaan baik untuk menetap dalam karakter anak. Jika relnya terpasang acak-acakan, gerbong kehidupan anak akan berjalan tersendat-sendat, menubruk ke sana kemari akibat keputusan-keputusan yang keliru. Kalaupun ia cukup beruntung…

View original post 975 more words