Anti Vaksin, Upaya Melumpuhkan Generasi

Advertisements

Habit Training

Pustaka Homeschooling

Habit training adalah penanaman kebiasan baik secara terencana. Menurut Charlotte Mason, habit training menyumbang sepertiga dari urusan pendidikan karakter. Sepertiga yang lain disumbang dari atmosfir (teladan orang-orang sekitar), dan sepertiga terakhir disumbang dari inspirasi ide-ide berharga (living books dan living ideas lainnya). Kebiasaan baik yang perlu ditanamkan adalah antara lain : mengasah kekuatan kehendak (the way of the will), ketajaman nalar, dan kedekatan hubungan dengan Tuhan secara personal. Itulah prinsip-prinsipnya. Soal teknis, Charlotte Masson menyerahkan kepada para orang tua untuk menemukan sendiri sesuai kepribadian anak yang dihadapi.

Dalam perspektif Charlotte Mason, disiplin itu ibarat menata potongan-potongan rel tempat kereta dengan gerbong-gerbongnya melaju. Tanpa arahan jelas dan terencana dari orangtua, berbagai kebiasaan berpikir dan bertindak yang keliru berebut tempat dengan kebiasaan-kebiasaan baik untuk menetap dalam karakter anak. Jika relnya terpasang acak-acakan, gerbong kehidupan anak akan berjalan tersendat-sendat, menubruk ke sana kemari akibat keputusan-keputusan yang keliru. Kalaupun ia cukup beruntung…

View original post 975 more words

Living Books: buku anak berkualitas tinggi

Notes of a freelancer mom

“Yang penting anak suka membaca”, sering dengar mommies? Apa benar begitu? Kalau diibaratkan makanan, apa cukup asal anak mau makan? Meski yang dimakan tidak ada asupan gizinya, junk food, dan kurang baik untuk kesehatan dalam jangka panjang? Saya rasa kebanyakan ibu akan menjawab tidak.  Nah, buku bisa dikatakan merupakan makanan bagi pikiran dan jiwa anak. Kalau kita berusaha menyediakan makanan terbaik bagi kesehatan (tubuh) si kecil, kenapa tidak memberikan juga makanan terbaik bagi pikiran dan jiwanya?

Education is a life. That life is sustained on ideas. Ideas are of spiritual origin, and God has made us so that we get them chiefly as we convey them to one another, whether by word of mouth, written page, Scripture word, musical symphony; but we must sustain a child’s inner life with ideas as we sustain his body with food. ~ Charlotte Mason, A Philosophy of Education, p. 109

Jadi, apa yang…

View original post 407 more words

Keterampilan Membaca

Notes of a freelancer mom

Lagi-lagi seri kul-twit dari mbak @ClaraNg nih, mommies… Jujur, saya sebenarnya bukan penggemar novel-novel dewasa tulisan mbak Clara, just not my cup of tea, tapi saya sukaaaa banget sama pemikiran-pemikirannya mengenai membaca, terutama untuk anak-anak…

Rangkaian twit mengenai keterampilan membaca ini juga sudah disarikan jadi artikel di sini , tapi buat saya kok masih lebih afdol baca twit-nya langsung… bahasanya lebih asyik aja gitu… nggak resmi-resmi amat kayak bahasa artikel :mrgreen:

twitter logo_small

1. Aku diundang @idcerita jadi narasumber tentang keterampilan mem #baca. Sebelum mulai, thanks buat yang lagi ngikutin. Sila follow @idcerita ya!

2. Waktu diajak jadi narasumber, aku sengaja milih tema terampil #baca daripada terampil nulis. Yang ngerti soal nulis banyak, sila baca tips-tips mereka 

3. Sekarang banyak orang yang ingin jadi penulis, bahkan anak-anak juga. Padahal menulis adalah keterampilan yang lebih advance di atas keterampilan #baca loh! 

4. Apa kita sudah pandai membaca? #Baca adalah pra-menulis. Banyak yang…

View original post 848 more words

Reading Milestone (3)

Reblog lagi. Mali ini milestone membaca untuk kelompok the youngest reader alias baby.

Notes of a freelancer mom

Nah, ini bagian yang terakhir dari seri tweet-nya mbak @ClaraNg mengenai Reading Milestone, kali ini mengenai kelompok the youngest reader alias baby, silakan disimak:

twitter logo_small1. Banyak yang tanya, “Bagaimana kenalin buku buat bayi, Mbak?” Ini utang terakhirku untuk #readingmilestone tingkat bayi 0-1 tahun. Tagarnya #babybook

2. Prinsipnya, memperkenalkan buku kepada bayi sama dengan memperkenalkan bahasa kepadanya. Reading skills = language skills. #babybook

3. The beginning of language is started long before a baby is born. Bicara sama bayi waktu masih di perut = memperkenalkannya dengan bahasa. #babybook

4. Usia 0-1 tahun adalah usia paling ajaib. Menurutku, inilah saatnya menyaksikan pertunjukan mahakarya how the language is born. #babybook

5. Pertunjukan keren ini tidak bisa dinikmati hanya dengan sit back and do nothing. Orangtua harus benar-benar terlibat dalam memperkenalkan buku & bahasa #babybook

6. Usia 0-3 bulan, bayi belum bisa & gak tertarik menyentuh buku. Tapi dia akan melirik gambar. Tunjukkan gambar2 sambil bernyanyi/ngomong. #babybook

View original post 302 more words

Reading Milestone (2)

Milestone membaca tahap pra remaja – remaja. Simpan ah untuk dibaca-baca.

Notes of a freelancer mom

Lanjutan dari yang sebelumnya nih, moms.. di-tweet-keun bln Juni kemarin, tapi baru sempat saya recap. Kali ini untuk yang kategori tweens s/d teens (alias: pra-remaja s/d remaja).

twitter logo_small @ClaraNg :

1.Aku pernah bahas #readingmiles dari batita (1-3 thn) s/d middle readers (9-12 thn). Sekarang aku mau bahas remaja membaca. Tagarnya #YAreading.

2. Tingkat akhir #readingmilestone di usia anak-anak adalah grup 12-18 thn. Di US & Eropa, grup pembaca ini disebut “Young Adults” atau YA. #YAreading

3. Apa yang membedakan novel YA dan dewasa? Novel YA memiliki karakter remaja sebagai tokoh protagonisnya. #YAreading

4. Di Indonesia, pembagian buku-buku YA (terjemahan & lokal) tidak jelas, kacau. Buku-buku “teenlit” = buku-buku tentang romansa remaja. Gak harus banget. #YAreading

5. Umur 12 tahun, anak-anak punya kemampuan baca untuk tahu: “what/when/how to do it and what to take into consideration”. Sangat sophisticated. #YAreading

7. Buku-buku YA yang populer dari NY Times sekarang: THE FAULT IN OUR STARS (John Green)…

View original post 278 more words