Cerita Tentang Kristik

Dulu, sewaktu masih SD, di rumah mbok (nenek) aku sering melihat bulik-bulikku mengerjakan kristik. Saat itu kristik yang kukenal masih sederhana. Masih menggunakan tusuk xxx untuk membuat pola. Bahannya pun hanya benang ciet (wol) dan benang sulam untuk alternatif. Aidanya pun hanya menggunakan aida plastik, yang mana cukup sulit dikerjakan jika sampai aidanya robek. Melipat aida plastik ini pun harus hati-hati kalau tak mau aidanya koyak. Maklum, di kota kecil. Bahan-bahan untuk membuat kristik cukup sulit dicari. Seingatku hanya ada dua toko yang menjual perlengkapan kristik, sayangnya aku lupa namanya. Tapi lokasinya masih kuingat hingga sekarang. Maklum, kota kecil kami tak banyak berubah hingga 20 tahun belakangan ini.

Continue reading

Lebaran Di Kampung Orang

Lebaran ini kami sekeluarga tidak mudik ke kampung halaman kami di Jawa Timur. Ini adalah kali keempat kami merayakan lebaran di Makassar. Sedih tentu ada. Tetapi kami berusaha untuk tetap ceria demi anak-anak.

Ada beberapa hal yang biasa kami lakukan saat berlebaran di kampung orang ini. Tentu, lebaran bukan di kampung sendiri tak terlalu padat jadwal acaranya. Mengingat tak banyak handai taulan dan kerabat yang ada di kota ini. Inilah beberapa hal yang kami lakukan saat lebaran di kampung halaman orang :

Continue reading

Mengurus BPJS

Sebagai salah satu warga Kota Makassar, aku cukup ‘dimanjakan’ dengan fasilitas kesehatan kota ini. Hanya dengan menyodorkan KTP sebagai tanda domisili di Kota Makassar, aku dan anak-anak bisa mendapatkan pengobatan gratis di tingkat pertama (Puskesmas). Pelayanan di puskesmas pun cukup baik. Sebagai contoh, di Puskesmas Sudiang, puskesmas yang terdekat dengan tempat tinggalku, ada 3 poli plus satu laboratorium dan satu unit gawat darurat.

Continue reading