Cerita Tentang Kristik

Dulu, sewaktu masih SD, di rumah mbok (nenek) aku sering melihat bulik-bulikku mengerjakan kristik. Saat itu kristik yang kukenal masih sederhana. Masih menggunakan tusuk xxx untuk membuat pola. Bahannya pun hanya benang ciet (wol) dan benang sulam untuk alternatif. Aidanya pun hanya menggunakan aida plastik, yang mana cukup sulit dikerjakan jika sampai aidanya robek. Melipat aida plastik ini pun harus hati-hati kalau tak mau aidanya koyak. Maklum, di kota kecil. Bahan-bahan untuk membuat kristik cukup sulit dicari. Seingatku hanya ada dua toko yang menjual perlengkapan kristik, sayangnya aku lupa namanya. Tapi lokasinya masih kuingat hingga sekarang. Maklum, kota kecil kami tak banyak berubah hingga 20 tahun belakangan ini.

Kit kurnia adalah salah satu kit yang sering dikerjakan bulik-bulikku. Dinding rumah mbok banyak dihiasi oleh hiasan kristik ini. Ada berbagai macam gambar yang kristik di sana. Bulik-bulik juga sering menghadiahkan ponakan-ponakannya kristik ini. Jadi di rumah para bulik, pasti akan ada gambr kristik menggantung di dinding.

Aku menyukai gambar kristik ini. Gambarnya tidak terlalu nyata, tak seperti kit impor jaman sekarang yang sangat detail, kit kurnia ini memang agak kurang detail. Tapi memandangi kristik jadul begini aku bahagia. Sejak sering melihat bulik-bulikku berkutat dengan kristik itulah aku jadi menyukainya.

image

Debut awal pembuatan kristik kumulai dengan membantu bulikku melakukan blocking, seperti gambar ini. Membuat latar belakang. Jaman dulu aidanya plastik, jadi sehabis bikin pola, sesudahnya pasti harus di blok.

Debut berikutnya adalah membuat namaku sendiri dengan huruf pola kristik. Menyenangkan, dan kristik nama itu selesai, tuntas dengan blockingnya. Hanya sayang, kristik itu entah berada di mana.

Debut berikutnya adalah membuat gambar tokoh Candy, cewek kartun jaman dulu yang booming banget. Modalnya dari benang sisa kit macam ini, dengan buku pola milik bulik, dan tentu saja aida plastik. Belinya meteran. Murah. Sayangnya karya ini tak selesai jua 😦 Entah dimana kristik Candy ini berada sekarang. Jaman dulu kalau ketemu pola yang susah, berhenti sudah. Malas memulai lagi. Ngg, kayaknya ini kepribadian 😀

Hingga akhirnya nasib membawaku ke Makassar, rupanya rindu akan kristik ini tak terbendung. Berbekal internet dan belanja online, aku pun mulai membuat kristik ini. Debut pertama yang gampang dulu, gambar buah-buahan ini. Kitnya kurnia lagi. Cinta dalam negri je 😀 Alhamdulillah sudah sampai taraf blocking. Semoga selesai deh ya hehe.

Aku terkenang-kenang beberapa kaleng bekas biskuitnya bulikku. Isinya benang-benang kristik, jarum, buku pola yang kucel karena sering dibalik-balik. dan juga aida plastik. Kini, sekarang aku pun ikut jejaknya. Kaleng biskuit dengan benang dan perlengkapan kristik. Hobi? Entahlah.. Dibilang hobi, tapi kalau lagi stuck malasnya minta ampun. Tapi mau dibilang bukan juga, rasanya selalu ingin untuk membuat kristik.

Ah, yang pasti aku rindu suasana membuat kristik di rumah mbok.  Membuat kristik sambil ditemani aroma padi yang dijemur, suara radio yang sulit menangkap frekuensi, meja bulat, dan terkadang diselingi suara mbok dan mbah yang baru pulang dari sawah. Sungguh, aku rindu.

Advertisements

2 thoughts on “Cerita Tentang Kristik

  1. Dari semua craft, kristik termasuk yang paling saya suka. Cuma bingung menyimpan hasil yang udah jadi. Mau dipajang, tempatnya terbatas banget. Padahal sekarang pola kristik banyak yang bagus-bagus. Jadi sekarang terpaksa brenti kristikan dulu, deh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s