Naik Kereta ManJa, Tut Tut Tut…

Hai hai,

Hari ini saya ingin sharing tentang pengalaman saya naik salah satu fasilitas umum di negeri ini. Yups, apalagi kalau bukan kereta api. Moda transportasi ini memang cukup eksklusif dimiliki oleh Pulau Jawa dan beberapa kota di Pulau Sumatera. Namun belum menjangkau daerah-daerah lain di Indonesia.

Jadi ceritanya, sudah lama sekali saya tidak naik kereta api. Terakhir kali saya naik kereta adalah 8 tahun yang lalu saat masih berstatus mahasiswa tjantik dari sebuah kampus negeri di Surabaya. Kereta api yang saya gunakan adalah kereta api ekonomi. Saat itu, kereta api memang merupakan moda transport yang menjadi andalan untuk pulang kampung. Alasannya tentu saja karena tiket kereta api sangat murah jika dibandingkan moda tranport yang lain untuk tujuan yang sama dan kelas yang sama, bis misalnya.

Akan tetapi, kelemahan kereta api pada zaman dahulu cukup banyak. Sebut saja sebagian kelemahannya adalah jadwalnya yang tidak tentu (bahkan seringnya ngaret, delay berjam-jam). Belum lagi kondisi kereta api yang kurang terawat, fasilitas kenyamanan yang sangat kurang, selain jarak tempuhnya yang memakan waktu yang lebih lama. Bayangkan saja. Untuk perjalanan Surabaya-Tulungagung, kereta api memakan waktu 6jam, sedangkan untuk tujuan yang sama, bis memakan waktu 5jam, bahkan kalau ngebut bisa hanya 4 jam πŸ˜€

Terlepas dari kelemahan2 itu, kereta api memang menjadi daya tarik yang luar biasa, utamanya bagi masyarakat menengah bawah. Sadar akan hal tersebut, pemerintah terus bergerak memperbaiki layanan kereta api.

Kembali kepada saya dan kereta api hari ini πŸ˜€ Hari ini saya mencoba naik kereta api ekonomi jurusan Madiun-Yogyakarta. Sebenarnya ada banyak sekali alternatif kereta api dengan jurusan tersebut, mulai dari kelas ekonomi, bisnis, hingga eksekutif. Tetapi saya memilih Madiun Jaya atas rekomendasi banyak orang, terutama keluarga, yang sering menggunakannya.

Saya memasuki stasiun pukul 04.30 WIB dan langsung mengantri untuk mendapatkan tiket ManJa. Harga tiket Madiun Jaya (ManJa) jurusan Madiun-Yogyakarta sebesar Rp. 35.000,-. Cukup murah untuk ukuran transportasi umum. Untuk mendapatkan tiket kereta ManJa saya tidak perlu berdesak-desakan mengantri atau membeli lewat calo, dan tidak perlu waktu lama. Cukup mengantri 15 menit dan sayapun mendapatkan tiket ManJa. Pelayanan tiket kereta api jauh melebihi ekspektasi saya saat membeli tiket kereta api yang saya ingat 8 tahun lalu.

image

Tiket ManJa jurusan Madiun-Yogyakarta

Selesai membeli tiket, saya memasuki mushala untuk Shalat Subuh. Tak lama kemudian saya pun ingin memasuki peron stasiun. Saya berfikir saya akan menunggu di peron saja. Tetapi kemudian saya merasa sedih karena saya belum diperkenankan untuk memasuki peron oleh petugas. Ya, untuk penumpang ManJa memang baru boleh memasuki stasiun mulai pukul 5 pagi.  Pada tiket memang tertera keberangkatan ManJa adalah pukul 05.50 WIB. Saya pun melirik jam tangan. Memang saat itu baru menunjukkan pukul 04.45 WIB. Di situ saya merasa bangga kepada petugas KA yang tidak mengizinkan penumpang masuk sebelum waktunya. Thumbs up. Bapak! πŸ™‚

Pukul 05.15 WIB saya memasuki peron setelah menunggu beberapa menit di kantin. Bapak yang tadi belum mengizinkan saya masuk kini tersenyum pada saya sambil mempersilahkan saya memasuki peron stasiun setelah mencap tiket saya. Saya pun tersenyum senang dan melenggang memasuki peron stasiun. Tiba di peron suasana lengang. Saya pun bergabung dengan penumpang lain yang tengah menunggu kedatangan sang kereta ManJa. Di sini saya pun terkagum-kagum. Wah, peron stasiun pun bersih dan tidak ada orang berjualan lalu lalang. Di peron hanya ada penumpang yang menunggu kedatangan dan petugas berseragan yang menjaga keamanan stasiun. Wah, loncatan yang sangat besar bagi pelayanan umum di negeri ini.

image

Suasana di peron stasiun. Bebas dari pedagang asongan yang berlalu lalang.

Nah, tak lama menunggu, akhirnya sang kereta pun datang pada pukul 05.30. Waah, keretanya in time! Kereta yang datang bukan hitam dekil dengan kaca jendela yang pecah sana sini (saya ingat kereta jaman dulu yang hitam dekil dan bernoda. Wah, pokoknya berasa pengen ngucek ajah biar bersih, xixixi). Tapi yang ini biarpun jenis kereta ekonomi tapi bersih punya. Kereen lah pokoknya. Dan saya pun segera masuk ke dalam kereta api dan mencari tempat duduk saya. Kebetulan saya dapat gerbong paling belakang.

Sampai di dalam kereta api pun saya menjumpai tempat duduk yang cukup nyaman dan teratur dan jangan lupa, bersih punya! Penumpang duduk dengan rapi sesuai dengan nomor kursi yang tertera di tiket. Tempat duduknya pun cukup nyaman dan empuk untuk ukuran kelas ekonomi. Beda jauh sama kereta kelas ekonomi jaman 8 tahun yang lalu yang kursinya beralaskan besi yang bisa bikin p*nt*t tepos saking tak nyamannya, xixixi.

image

Suasana di dalam kereta api. Bersih dan nyaman!

Dari desas desus dan kabar burung yang beredar, kereta ManJa ini akan tiba di Yogyakarta pada pukul 09.45 WIB. Jadi perjalanannya sekitar 4jam. Cukup singkat untuk perjalanan jauh Madiun-Yogyakarta. Update kedatangan saya di Yogyakarta akan saya ceritakan kemudian, untuk mengkonfirmasi desas desus serta kabar burung tersebut, Insya Allah. Kalau berdasarkan cerita beberapa orang yang sering menggunakan kereta ManJa sih biasanya on time ya kakak πŸ˜‰

image

Selfi dulu di dalam kereta. Belum mandi? Biarin! Yang pentig ttp tjantik khaan :))

Demikianlah sekelumit cerita saya pagi ini. Saat saya menuliskan cerita ini saya tengah asyik menikmati pemandangan di luar jendela kereta api yang menetramkan hati.

image

Pemandangan begini nggak akan didapat di jalan raya, bukan? πŸ˜‰

Jika anda ingin bepergian dari Madiun ke Jogyakarta, dan atau sebaliknya, kereta ManJa ini very high recommended! Selain tiketnya yang murah, fasilitas yang nyaman, keberangkatan on time dan waktu tempuh yang singkat, anda juga tak perlu lagi berpusing ria menghabiskan waktu dan emosi untuk menghadapi kemacetan di jalan. Duh, rasanya saya pengen meluk pak J*nan saking senengnya bisa naik kereta api sekeren, sebagus dan semurah ini.

Harapan saya, semoga pemerataan fasilitas umum yang seperti ini bisa menjangkau wilayah-wilayah Indonesia lain selain Pulau Jawa. Semoga πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Naik Kereta ManJa, Tut Tut Tut…

  1. bersih keretanya… aku pikir kereta kelas ekonomi kotor deh… kayak di film2… dirimu 8 tahun yang lalu naik kereta api antara propinsi… aku… ngg… wah. dah 10 tahun yang lalu… makanya surprise liat keretanya bersih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s